Pendapatan Anjlok 80%, AROKAP Kendari: Jam Malam Perparah Keadaan

0 Komentar

Potret kondisi disalah satu sudut Kota Kendari. (Foto: Instagram @ubotch_subhan)

KENDARI, INIKATSULTRA.com – Pandemi Covid-19 yang terjadi di Indoensia, termasuk di Kota Kendari, sangat berdampak pada seluruh sektor, termasuk usaha kuliner dan tempat hiburan malam (THM).

Meski usaha kuliner dan THM termasuk dalam jenis usaha yang diperbolehkan tetap buka, namun tak sedikit pengusaha yang menutup usahanya lantaran menurunnya jumlah pengunjung.

Apalagi, saat ini Pemkot Kendari tengah bersiap untuk menerapkan surat edaran nomor: 443.1/2992/2020 terkait pembatasan aktivitas masyarakat dalam rangka pencegahan resiko penyebaran Covid-19 di Kota Kendari, mewajibkan penggunaan masker serta pemberlakuan jam malam.

Pengurus Asosiasi Rumah Makan, Karaoke dan Pub (AROKAP) Kendari menyebut telah banyak aduan dari para pelaku usaha yang tergabung dalam asosiasinya terkait kebijakan tersebut.

“Omset terjun bebas tanpa pendapatan untuk membayar listrik dan upah karyawan kalau itu pengusahan lokal tentunya harus gulung tikar dan franchise subsidi silang. Beberapa teman di AROKAP sudah tutup bahkan persentase pendapatan berkurang hingga 80 persen hanya 20 persen yang kembali ke kita yang dampaknya tentu sejumlah karyawan harus dirumahkan,” kata Ketua AROKAP Kendari, Amran, Senin (22/9) malam.

Covid-19 yang tinggi di Kota Kendari dapat mereka pahami. Namun pihaknya juga minta pemerintah daerah untuk memahami kondisi mereka

“Dari jumlah karyawan yang tergabung di AROKAP yang 784 orang itu merupakan sisa dari karyawan yang dirumahkan dan mereka akan menjadi korban ketika surat edaran itu berjalan,” keluhnya.

Bahkan kata Amran, dalam penyusunan kebijakan tersebut pihaknya juga tak dilibatkan.

“Dalam pengambilan keputusan baru kami dapatkan, jika kami dilibatkan tentu kami akan memberikan pertimbangan-pertimbangan waktu, karena masalah Covid-19 tidak membedakan siang atau malam,” bebernya.

Kini, para pengusaha yang berada dalam naungan AROKAP hanya bisa mengeluhkan masalah tersebut ke pihak legislatif untuk dapat membatu komunikasi terkait penerapan jam malam.

“Kalau itu terjadi hal yang demikian, kami dari AROKAP tentu akan mengeluhakan hal ini DPRD selaku wakil rakyat,” tutup Amran. (IS)


Tulisan ini berasal dari redaksi

Comment