Sindir Pemerintah Soal Vaksin Covid-19, Mardani Ali Sera: Jangan Cepat Senang!

0 Komentar

Anggota Fraksi PKS DPR RI, Mardani Ali Sera.

INIKATASULTRA.com Anggota Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI, Mardani Ali Sera kembali melontarkan sindirian kepada Pemerintah terkait vaksin Covid-19.

“Satu hal yang perlu digarisbawahi, jangan cepat senang dengan adanya vaksin Covid-19,” tulis Mardani di akun Twitternya @MardaniAliSera, Jumat (18/9/2020).

Ia mengatakan, sejarah mencatat, tidak ada pandemi yang bisa diselesaikan hanya dengan obat dan vaksin.

Menurutnya, pandemi selesai dengan adanya intervensi kesehatan masyarakat dan melakukan test massal, pelacakan sebaran virus, isolasi, penanganan, dan mengubah perilaku.

Perubahan perilaku, lanjut anggota Komisi II DPR RI itu, adalah intervensi murah dan mudah serta bisa dilakukan semua orang.

“Kabar-kabar ini bisa membuat masyarakat tenang ketimbang terus menjual vaksin sebagai solusi tunggal,” jelasnya.

Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini menilai, vaksinasi bukan satu-satunya cara membasmi virus asal kota Wuhan, China itu.

“Cara lain yang penting dan terkait dengan upaya pencegahan penularan adalah dengan gencar melakukan kampanye kesehatan. Misalnya, rajin berolahraga,” ungkapnya.

Oleh karena itu, ia meminta agar pemerintah mengalihkan perhatian dengan fokus pada upaya pencegahan, sehingga korban Covid-19 tak terus bertambah.

“Sebaiknya fokus pada upaya preventif kesehatan,” ujarnya.

“Setidaknya ada 2 hal yang bisa digencarkan. Pertama; promosi kesehatan seperti rajin olahraga untuk meningkatkan imunitas dalam tubuh. Ini yang kerap dilupakan,” jelasnya.

Selain itu, Pemerintah juga agar melakukan perlindungan khusus terhadap masyarakat, seperti, menggencarkan kampanye penggunaan masker, menjaga jarak dan mencuci tangan.

“Sambil pemerintah benar-benar memetakan distribusi vaksin, dari prioritas pemberian hingga distribusi ke seluruh masyarakat,” ucapnya.

“Sambil diiringi dengan law enforcement dalam penegakan disiplin protokol kesehatan dan anggaran yang pro kesehatan,” sambungnya.

Langkah ini, tambah anak buah Sohibul Iman ini, sangat penting, mengingat vaksinasi yang akan dilakukan pemerintah belum diketahui pasti kapan dimulai.

Meskipun, lanjutnya, pemerintah telah menargetkan program vaksinasi dilakukan akhir tahun ini. Tetapi faktanya belum dilakukan hingga saat ini.

Sementara itu, penularan wabah kian menjadi-jadi. Hal tersebut dibuktikan dengan penambahan jumlah kasus setiap hari di dalam negeri.

“Lantas berapa lama vaksin Covid-19 akan diedarkan ke seluruh negeri? Penduduk kita ada 270 juta. Kira-kira perlu berapa bulan untuk menyutikkan vaksin ke penduduk Indonesia,” tanya Mardani.

Ia mengatakan, bila pemerintah ingin 1 bulan semua penduduk disuntik vaksin, berarti setiap hari ada 8 juta penduduk yang harus divaksin asumsi target 250 juta jiwa.

“Angka ini tentu tak realistis bila melihat kesiapan infrastruktur kesehatan, distribusi vaksin akan memakan waktu yang panjang,” ungkapnya.

“Saat ini masyarakat menunggu kabar baik dari pemerintah tentang masa depan penanganan wabah mematikan itu,” pungkasnya. (P1/IS)

Tulisan ini berasal dari redaksi

Comment