Proses Kasus Penghinaan Suku Tolaki Lamban, Kapolda Sultra Diminta Mundur Dari Jabatannya

0 Komentar

KENDARI, INIKATASULTRA.com – Penghinaan suku Tolaki banyak muncul di media sosial. Bahkan kasus tersebut telah dilaporkan ke Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Tenggara (Sultra). Sayangnya, proses penanganannya dianggap masih jalan di tempat sehingga menyisakan kekecewaan dari masyarakat Tolaki.

Untuk itu, masyarakat adat Tolaki yang tergabung Konsorsium Masyarakat Tolaki Mepokoaso tak tinggal diam. Mereka kembali melakukan aksi damai dengan menuntut Kapolda Sultra supaya mundur dari jabatannya.

Baca Juga: Kendari Mencekam, Massa Anarkis dan Blokade Jalan MT Haryono

Wakil Konsorsium Masyarakat Tolaki Mepokoaso, Muh Arman dalam orasinya pada aksi damai di perempatan Wua-wua, Kamis (17/8) pagi, mengatakan, tuntutan tersebut merupakan bentuk kekecewaan massa terhadap lambannya penanganan pihak aparat terhadap berbagai macam penghinaan etnis suku Tolaki di media sosial.

“Jika Kapolda Sultra tidak mampu menyelesaikan kasus yang telah kami laporkan di Polda Sultra, kami persilahkan untuk mundur dari jabatannya,” teriak Arman dalam orasinya.

Muh. Arman menambahkan, suku Tolaki adalah suku yang selalu taat dan menerima semua perbedaan, baik perbedaan suku, ras dan agama. Namun ketika harga dirinya dipermainkan, maka tak ada kata lain bagi Tolaki, kecuali mati.

“Ketika ada yang mencoba-coba mengusik harga diri suku kami, maka mati adalah sah bagi kami demi membela suku kami,” tegasnya. (**)

Penulis : Aroel Kendari
Tulisan ini berasal dari redaksi

Comment