Polda Sultra Kejar Jaringan Sindikat Penggelapan 84 Unit Dump Truck yang Beroperasi di Tambang

1 Komentar

Kabid Humas Polda Sultra, Kombes Pol Ferry Walintukan.

KENDARI, INIKATASULTRA.com Industri pertambangan Sulawesi Tenggara (Sultra) menjadi sasaran empuk bagi para sindikat penipuan dan penggelapan mobil dump truk lintas provinsi.

Pasalnya, hingga saat ini Ditkrimum Polda Sultra tengah mengembangkan penyelidikan terkait adanya sindikat dalam kasus penipuan dan penggelapan mobil dump truck 10 roda dan 6 roda.

Sedikitnya, baru ada empat laporan kasus yang masuk di Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Sultra dengan modus yang sama.

Kabid Humas Polda Sultra, Kombes Pol Ferry Walintukan, membenarkan dugaan adanya sindikat penipuan dan penggelapan sebanyak 84 unit mobil dump truck yang beroperasi di kawasan pertambangan dan perkebunan sawit di Sultra.

Lebih lanjut Kombes Pol Ferry menjelaskan , Kasus ini berawal dari laporan Nizar Pachry Adam warga Kendari barat ke Ditreskrimum Polda sultra , bahwa dirinya beserta tiga rekannya menjadi korban sindikat penipuan dan penggelapan dumptruck oleh tersangka AR .

“Sementara ini yang ditanggani baru empat korban, tapi memang masih banyak korban korban lain lagi, sebanyak 53 orang dengan jumlah mobil 84 unit mobil dumtruck. Dan tersangka AR sudah kami amankan di Polda Sultra,” ungkap Ferry, saat dikonfirmasi, Minggu (19/7/2020)

Sejauh ini, baru seorang tersangka berinisial AR (29) warga Desa Lawekara, Kabupaten Kolaka Utara yang ditangkap Ditreskrimum Polda Sultra, pada Rabu (8/7/2020) lalu.

Kombes Pol Ferry mengungkapkan, tersangka AR dalam menjalankan aksinya, awalnya mencari dan menyewa Dumptruck setelah itu membuat kontrak dengan pemilik dumptruck tersebut.

Setelah itu, tersangka AR mengatakan kepada pemilik dumptruck, bahwa dumptruck tersebut nantinya akan di gunakan di kawasan pertambangan dan perkebunan kelapa sawit yang ada di beberapa kabupaten di Sultra. Namun ternyata, tersangka AR menyerahkan semua unit dumptruck tersebut ke oknum berinisial RS.

Dari pengakuan tersangka AR, dirinya hanya sebagai pengumpul 84 unit dumptruck tersebut, kemudian oknum RS yang mendistribusikan dumptruck tersebut ke perusahaan perusahaan yang ada di Sultra.

Tersangka AR hanya menyewa dumptruck yang masih menggunakan plat putih dan setelah jatuh tempo sewa kontra, tersangka mengatakan bahwa dumptruck tersebut hilang dan tidak tahu keberadaannya, pasalnya mobil tersebut telah dipindah tangankan ke oknum RS itu.

Saat ini Ditreskrimum Polda Sultra masih melakukan pendalaman penyidikan dan pencarian keberadaan RS dan 84 unit dumptruck yang hilang itu. (IK)

Tulisan ini berasal dari redaksi

Comment